• Terbaru
  • Populer

Rentang dan Cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia

14 Maret 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Nasional

Rentang dan Cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
14 Maret 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
205
VIEWS

Simpang siur versi sejarah telah memunculkan kontroversi. Pada masa Orde Baru, membicarakan semua versi itu menjadi tabu, kecuali versi negara. Namun, era Reformasi telah memberi ruang baca sejarah menjadi lebih luas. Dokumen-dokumen lama bisa kembali dibuka dan ditafsirkan ulang. Dengan demikian, tafsir terhadap siapa yang paling berperan di dalam peristiwa Serangan Besar-besaran (Umum) 1 Maret 1949 misalnya kembali mengemuka, terutama setelah Pemerintah menetapkan tanggal 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 2 tahun 2022 tertanggal 24 Februari 2022.

Namun demikian, untuk mengangkat “narasi”dari sebuah peristiwa sejarah tentu tidak bisa diambil dari satu sumber saja, melainkan juga melihat prakondisi yang membentuk peristiwa tersebut terjadi.

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
164

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
161

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152
Tampilkan Yang Lain

Pertama, rentang waktu antara 17 Agustus 1945 hingga 27 Desember 1949 merupakan masa penuh dengan ketidakpastian. Sebab, Belanda baru mengakui dan sepenuhnya menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia setelah upacara penyerahan oleh Belanda kepada Indonesia di Amsterdam dan di Jakarta.

Kedua, ketika Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, semua daerah dan wilayah di Indonesia sepenuhnya belum mengakui kemerdekaan tersebut. Muso bersama Amir Sjarifuddin (tidak puas dengan Kabinet Hatta) di Yogyakarta misalnya pada tanggal 18 September 1948 mendirikan Front Demokrasi Rakjat (FDR) yang berafiliasi kepada Rusia di Madiun. Peristiwa tersebut melibatkan beberapa partai politik atau organisasi berhaluan kiri kontra pemerintahan Republik Indonesia (RI) di bawah pimpinan Soekarno-Mohammad Hatta diantaranya Partai Komunis Indonesia (PKI) atau Front Demokrasi Rakyat (FDR), Partai Sosialis Indonesia (PSI), Partai Buruh Indonesia (PBI), Pemuda Rakyat, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).

Ketiga, faktor lain yang melingkupi peristiwa dalam rentang sejarah tersebut adalah terjadinya tarik ulur melalui perjanjian-perjanjian seperti Renville (selesai 17 Januari 1948), Roem-Royen (selesai 7 Mei 1949), Konferensi Meja Bundar/KMB (selesai 2 November 1949) dengan pihak Belanda yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Republik Indonesia. Khusus pasca-KMB, terdapat dua pemerintahan yang berlaku pada masa itu, yaitu Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Negara Republik Indonesia. Pada masa konsolidasi ini, menurut Aboebakar Atjeh dalam bukunya, Sedjarah Hidup K.H.A. Wahid Hasjim dan Karangan Tersiar, dimanfaatkan oleh KHA Wahid Hasyim untuk menggalang kekuatan secara administratif antara Menteri Agama RI, Menteri Agama RIS, dan Menteri Agama Masyumi di bawah koordinasinya. Meskipun ketika itu, dualisme model pemerintahan memicu konflik antara Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang mendukung model Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Sultan Hamid II dari Kesultanan Pontianak yang mendukung RIS.

Dengan demikin, untuk membaca peristiwa yang terjadi antara 17 Agustus 1945 hingga 27 Desember 1949 tersebut, seorang sejarawan agaknya harus jeli di dalam melihat irisan-irisan peristiwa dan aktor-aktor yang berperan pada masanya sehingga akan ditemukan pemahaman utuh atas objektivitas sejarahnya.

14 Maret 2022.

 

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: kemerdekaanKHA Wahid Hasyimmenteri agama
Artikel sebelumnya

KHA Halim Mahfudz: Perang, Lowongan Kerja Baru

Artikel berikutnya

War Criminal

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
139

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
136

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

14 Juli 2022
169

Putra Sang Fajar itu telah memberi kharisma besar bagi suku-bangsa Indonesia di tengah-tengah kancah dunia. Ia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di...

Selanjutnya

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

12 Juli 2022
212

Jombang-Net26.id Sebagaimana telah dilansir beberapa media sosial, baik cetak maupun elektronik, upaya pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah (Ponpes...

Selanjutnya

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

6 Juli 2022
159

Pada saat Koran Tempo mulai terbit, pengamat dan masyarakat menilai susastra dapat mewarnai dunia jurnalistik. Tentu, hal ini membawa asumsi, mungkinkah...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

War Criminal

Pemikiran dan Kebijakan Ekonomi Industri Ala Gus Dur

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply