• Terbaru
  • Populer

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Nasional

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
6 Agustus 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
152
VIEWS

Untuk menulis lembaga pendidikan secara umum dan macam macamnya, maka ditulis menjadi “pendidikan Islam”. Sementara pesantren memiliki ciri khas tersendiri dengan perubahan perubahannya.

Lembaga Pendidikan yang Terbelakang?

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
164

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
161

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
139
Tampilkan Yang Lain

Pada era awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, soal pendidikan ini menjadi pekerjaan yang belum selesai. Sehingga memerlukan Kementerian Budaya sendiri dan Kementerian Agama sendiri. Sehingga berimbas pada lembaga lembaga pendidikan, antara sekolah dan pesantren, bahkan ditambah lagi “madrasah” pada masa pendudukan Jepang.

Buya Uki Marzuki bersama kader penggerak pesantren Kabupaten Indramayu

Namun, sejalan sejarah, pesantren tidak mengalami penyurutan, bahkan kian bertambah tambah. Sementara sekolah terus mengalami kemunduran, karena tidak cukup efektif di dalam merespon perubahan. Terutama, budaya yang datang. Dari segi susastra, misalnya, sekolah tidak memunculkan banyak nama untuk sastrawan sastrawan nasional, sementara yang berlatar belakang pesantren tidak sedikit. Gejala ini dapat dilihat, ketika dunia penerbitan pernah didominasi oleh kalangan pesantren di Yogyakarta. Artinya, kalangan pesantren cukup responsif di dunia literasi yang baru belakangan ini saja mulai dikampanyekan oleh kalangan sekolah dan lembaga lembaga resmi pemerintah.

Lalu, dimanakah letak keterbelakangan pesantren seperti yang dituduhkan oleh Sutan Takdir Alisjahbana (STA) pada Polemik Kebudayaan yang lalu?

Target Budaya yang Tak Ada Selesainya

Pesantren tidak menargetkan satu bentuk resmi tentang budaya dan pendidikan di Indonesia. Ia mengalir, walaupun bentuk bentuk terus berdatangan ragamnya. Dan, karena elastisitasnya, pesantren membuka pintu lebar lebar bagi Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tidak jarang, pesantren lebih nyaman membuka diri kepada Kemendikbud daripada Kemenag yang jelas jelas membawahi bidang keagamaan. Artinya, sementara di level negara antara agama dan budaya belum selesai selesai (terbukti dengan kementerian yang terpisah), justeru pesantren dengan elastisitas dan keluwesannya mampu beradaptasi dan bekerjasama. Di pesantren pesantren sudah banyak yang mendirikan SD, SMP, SMA, SMK, bahkan menambah dengan lembaga lembaga kursus yang bersifat spesifik seperti bahasa, bengkel motor, dan seterusnya.

Dengan demikian, pesantren meskipun setiap hari mengamalkan kehidupan agama, tapi tidak mengidentifikasi diri sebagai lembaga agama. Justeru, pesantren lebih mengedepankan budaya dengan tolok ukur etika atau adab secara lebih spesifik. Dari adab itu, kemudian muncul satu geniusitas yang menjadi karakter. Dan, ketika karakter itu mulai dikampanyekan, bahan bahannya sudah ada di pesantren.

Karena keunikan ini, pesantren menjadi perhatian dan penelitian banyak kalangan sarjana dari dalam dan luar negeri, baik dari kalangan umat Islam sendiri maupun nonmuslim.

Tag/kata kunci: pesantren
Artikel sebelumnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

Artikel berikutnya

Ibunyai Hj Farida binti KHM Yusuf Masyhar

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
136

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

14 Juli 2022
169

Putra Sang Fajar itu telah memberi kharisma besar bagi suku-bangsa Indonesia di tengah-tengah kancah dunia. Ia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di...

Selanjutnya

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

12 Juli 2022
212

Jombang-Net26.id Sebagaimana telah dilansir beberapa media sosial, baik cetak maupun elektronik, upaya pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah (Ponpes...

Selanjutnya

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

6 Juli 2022
159

Pada saat Koran Tempo mulai terbit, pengamat dan masyarakat menilai susastra dapat mewarnai dunia jurnalistik. Tentu, hal ini membawa asumsi, mungkinkah...

Selanjutnya

Presiden Jokowi: Rusia dan Persaudaraan Nusantara

3 Juli 2022
149

Dikisahkan dari seorang pelajar Indonesia yang tak bisa disebut namanya di sini. Pertama, ia mengikuti suatu forum pertemuan pejabat tinggi dengan...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Ibunyai Hj Farida binti KHM Yusuf Masyhar

Reaktualisasi Tradisi Surau di Ranah Minang

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply