• Terbaru
  • Populer

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
Foto Koleksi Iskak Wijaya

Pesantren Pun Pernah Punya Tentara

15 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Kamis, 27 Agustus 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Berita Khusus

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
11 Januari 2023
dalam Berita Khusus
| Waktu baca 2 menit
A A
143
VIEWS

Meskipun bersifat dikotomik, pada hakikatnya, keilmuan itu kembali kepada diri pribadi masing masing. Itulah genre yang sesungguhnya. Ketika genuisitas dan otentisitas dimiliki oleh sidik jari dan garis tangan yang dimiliki. Gambaran Buya Syakur dan Buya Husein sebagai tipikal intelektual Timur dan Barat hanya simbolik saja, karena secara diametral keduanya tampak baik baik saja dan rukun rukun saja. Namun, dilihat dari latar belakang, meskipun keduanya pernah besar di majelis Babakan Ciwaringin, Buya Syakur pernah mesantren lama di Damaskus, Perancis, dan Inggris sementara Buya Husein sempat mengenyam pendidikan di Kairo, Mesir.

Sama sama lahir dari rahim pesantren dan menempuh masa remaja dan masa tua bersama adalah sesuatu. Tentu, secara intelektual, tidak sepenuhnya sependapat. Bahkan, meskipun pernah berada pada satu iklim intelektual yang sama. Kalau pun pergaulan dan pengalaman berikutnya berbeda tentu akan melahirkan juga perbedaan perbedaan. Hal itu lumrah.

ArtikelLainnya

Belum Ada Artikel
Tampilkan Yang Lain

Melihat dimensi Mekah-Madinah, akan dijumpai kapasitas intelektual yang berbeda. Demikian, ulama Ulum Al Quran membagi perbedaan perbedaan antara ayat ayat Makkiyah dan Madaniyah. Sentrum perbedaan antara yang “terpusat” dan “pinggiran”. Tak dapat ditolak kalau Kota Mekah adalah pusat, kiblat bersama. Dan, sudah diabadikan di dalam Al Quran: Mekah adalah ruman antik (bait al atiq). namun, perjalanan sejarah Rasulullah Saw di Madinah dan mendirikan peradaban sendiri adalah juga sesuatu. Mengapa Rasulullah Saw lebih memilih Madinah yang pinggiran dan tidak memilih Kota Mekah sebagai pusatnya dan jelas jelas telah mendapat legitimasi dari Al Quran?

Ini penting bagi pemerhati sejarah muslim. Karena, alasan historis. Entah, disengaja atau tidak?

Bagi kaum muslimin kebanyakan tentu karena alasan wahyu. Perintah wahyu agar Nabi MUhammad Saw mendirikan peradaban di Madinah. Tidak di Mekah.

Awal Timur dan Barat menurut dikotomi sejarah intelektual tidak memiliki batas yang jelas. Sering Timur dikatakan sebagai suku-bangsa India, China, dan Indonesia sekarang. Sering pula, Barat dikatakan Eropa dan Amerika sekarang.

Kata Timur (Masyriq) dan Barat (Maghrib), tidak kurang dari 13 kali disebutkan di dalam Al Quran. Sehingga dengan sendirinya memiliki makna yang luas. Tidak sebatas hanya persoalan geografis. Demikian, menurut KH Nasaruddin Umar.

Namun, dalam koteks Buya Syakur dan Buya Husein sebagai tipikal intelektual Timur dan Barat, keduanya memiliki tradisi berpikir yang berbeda sesuai dengan kapasitas genre atau genuisitas keduanya. Sehingga dalam posisi ini, tidak dapat diklaim siapa yang lebih alim atau siapa yang lebih banyak hafal hadisnya, melainkan benar benar iklim intelektual yang membesarkan mereka. Buya Syakur akan sangat kental dengan pemikiran pemikiran historis yang dibawa oleh Bani Umaiyah dari Madinah ke Damaskus. Begitu pula, Buya Husein akan lebih akrab dengan tradisi Ahlul Bait yang berkembang dan dibawa oleh Bani Abbasiyah dari Mekah ke Baghdad, lalu ke Mesir. Sebagaimana peradaban Bani Fathimiyah sempat berkembang pula di Mesir. Ini iklim intelektual yang membentuk, meskipun pada praktiknya seorang ulama memerlukan data data akurat dan kecenderungan kecenderungan tertentu.

Dengan demikian, Buya Syakur dan Buya Husein sebagai tipikal intelektual Timur dan Barat memerlukan elaborasi lebih jauh, terutama pada sidik jari dan garis tangan masing masing.

Kebumen, 11 Januari 2023.

Tag/kata kunci: Buya Syakur dan Buya Husein sebagai tipikal intelektual Timur dan Barat
Artikel sebelumnya

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Belum Ada Artikel
Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply