• Terbaru
  • Populer

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
Foto Koleksi Iskak Wijaya

Pesantren Pun Pernah Punya Tentara

15 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Berita Umum

Melacak Kesundaan Orang Sunda

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
4 November 2022
dalam Berita Umum
| Waktu baca 4 menit
A A
159
VIEWS

Pengertian budaya Pasundaan atau Pasundan telah diberikan oleh kalangan peneliti arkeologi dan sejarah belakangan. Sering pula, sebutan nama nama kerajaan tertentu yang tidak punya nama, lalu diciptakan namanya sehingga orang orang akan dibingungkan dengan istilah kata Sunda, Priangan, atau Pajajaran. Kecuali, nama nama yang memang sudah tertulis di prasasti prasasti seperti Raka i Pikatan yang berarti Raja di (daerah) Pikatan. Raka i Watuhumalang atau Raja di (daerah) Watuhumalang, dan seterusnya. Khusus melacak kesundaan orang Sunda, garis budaya akan ditarik kepada istilah Tatar Sunda yang memiliki padanan kata Bumi Mataram, Bumi Medang, Bumi Galuh, dan seterusnya, yang membuat satu kesatuan entitas budaya. Hal ini dapat dilihat pada dominasi budaya Mataram misalnya yang membuat strata sosial melalui bahasa menjadi bertingkat: ngoko, madya, dan hinggil. Dengan kata lain, wilayah wilayah yang terpengaruh oleh budaya Mataram ini akan menggunakan bahasa bahasa bertingkat.

Entitas Budaya Kasundaan

Tidak semua wilayah di Jawa bagian barat mengadopsi budaya Sunda seperti di Indramayu dan Cirebon, begitu pula di Banten. Karena, tingkat akulturasi dan asimilasinya berbeda. Guna melacak kesundaan orang Sunda dapat dibandingkan dengan entitas yang berlaku di Jawa Timur pada masa Majapahit, ketika Majapahit Barat (Brang Kulon, Kertabhumi) yang berlokasi di Mojokerto terpisah dari Majapahit Timur (Brang Wetan, Wirabhumi) yang berlokasi di Lumajang. Terdapat dua entitas budaya yang saling berebut pengaruh. Maka, dapat disebut pula “Sunda-Pajajaran” atau Parahiangan Kulon yang berlokasi di Bogor berebut pengaruh dengan “Sunda-Galuh” atau Parahiangan Timur yang berlokasi di Garut.

ArtikelLainnya

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 03

11 Agustus 2022
147

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 02

11 Agustus 2022
146

Suku-bangsa Barbar Menurut Mbah Maemun Zubeir 01

10 Agustus 2022
155

Kontras! Menyisir Kemiskinan di Sisi Pantura

8 Agustus 2022
139
Tampilkan Yang Lain

Dengan demikian, kata Sunda lebih tepat disematkan kepada sebuah entitas kebudayaan yang hidup di wilayah bagian barat, khususnya wilayah Bogor dan Cianjur. Meskipun, belakangan, disebut istilah Tatar Sunda untuk membedakan dengan istilah Bumi Jawa. Namun, tetap memiliki kerancuan ketika dihadapkan pada istilah Bumi Parahiangan atau Bumi Pajajaran. Karena, membutuhkan fase fase sejarah tertentu ketika budaya itu menjadi dominan.

Oleh karena itu, kemunculan budaya Sunda dapat ditentukan dalam kurun waktu tertentu di dalam sejarah, karena disebabkan pertemuan budaya manusia Jawa dan Melayu, khususnya Sumatera bagian selatan. Tokoh yang hadir sebagai manusia Sunda adalah orang Melayu yang mampu menghadirkan budaya Sumatera bagian selatan dan Jawa yang masih berbudaya Pangguyangan atau Buni. Tokoh tersebut adalah Tarusbawa yang bergelar Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sunda Sembawa. Hal ini akan berbeda dengan budaya Pajajaran dengan entitas berbeda apalagi budaya Tarumanegara yang muncul jauh sebelum ada budaya Sunda.

Sumber: https://id.wikipedia.org/

Ditemukan budaya megalitikum di bagian barat Pulau Jawa ribuan tahun lalu seperti budaya Buni di Lebak (Banten), budaya Pagguyangan di Sukabumi, serta budaya Cipari di Kuningan telah menandakan budaya manusia Jawa sudah maju dari segi pertanian, berburu, bahkan industri batik. Di Sumatera bagian selatan, masyarakat Bunian masih dianggap ada meskipun diselimuti misteri.

Prasasti batu bertuliskan Purnawarman di Pasir Muara dan Pasir Koleangkak yang tidak menyebutkan nama ibukota kerajaan Tarumanegara telah menandakan penggunaan budaya Hyang sebagai sebuah kabuyutan. Terkadang, hutan, sungai, gunung, dan laut adalah “istana” bagi orang orang zaman dahulu. Mereka tidak mementingkan bangunan yang kokoh untuk melindungi diri dari serangan musuh, tapi cukup dengan kekuatan alam.

Gambar buah Nila (Tarum) sebagai pewarna batik alami. Sumber: https://www.satuharapan.com/

Sunda Timur dan Sunda Barat

Terdapat kata kata yang disepakati oleh masyarakat Jawa pada umumnya, mulai dari timur hingga barat. Kata kata tersebut misalnya Hyang, (H)aji, dan Buyut. Khusus kata Parahiangan diambil dari kata Hyang tersebut, para-hyang-an. Dengan kata lain, budaya Hyang merupakan gejala umum yang ada di pulau Jawa. Bahkan, menjadi identitas budaya yang pertama dikenal di Nusantara sebelum muncul budaya budaya yang datang kemudian seperti (H)indu(s), Tiongkok, Persia, Arab, Afrika, dan Eropa. Budaya Hyang ini terejawantah ke dalam bahasa sehari hari seperti moyang (ma-Hyang), sembahyang (sembah-Hyang), tiang (Ti-Hyang), atau Dieng (Di-Hyang). Hyang adalah budaya umum masyarakat di Nusantara khususnya Jawa. Kata puyang (pu-Hyang) masih digunakan di Sumatera Selatan untuk menyebut nenek moyang.

Sebagai perbandingan pula, Menurut Eugenius Marius Uhlenbeck dalam bukunya A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura (1964), rumpun bahasa Banyumasan yang eksis saat ini lebih tua dibandingkan dari subbahasa yang digunakan oleh masyarakat di pulau Jawa pada umumnya.

Kabuyutan Galuh Purba dipercaya memiliki cakupan wilayah budaya yang luas (meliputi Jawa Tengah dan Jawa Barat) diantaranya adalah Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Bumiayu, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Kedu, Kulonprogo, dan Purwodadi.

Beberapa tempat yang menggunakan nama Galuh diantaranya adalah Rajagaluh (Majalengka), Galuh (Purbalingga), Galuh Timur (Bumiayu), Sirah Galuh (Cilacap), Begaluh (Wonosobo), Samigaluh (Kulonprogo), Sigaluh (Purwodadi), serta Hujunggaluh (Surabaya). Bahkan, terdapat pula nama Watugaluh (Jombang) yang menjadi pusat Kabuyutan Pu Sindok dari Wangsa Isyana, bagian dari subbudaya Kalingga (Medang Kamulan).

Keberadaan Kabuyutan Galuh Purba di kaki gunung Slamet sangat sedikit dijumpai bukti bukti sejarahnya, melainkan hanya diikat oleh satu kebudayaan bahasa Ngapak. Kabuyutan Galuh Purba tersebut ditengara telah melahirkan dua budaya yang berbeda: Kalingga (Medang Kemulan) dan Kawali (Galuh).

Kabuyutan Galuh Purba terus  bergeser dan berasimilasi dengan kebudayan yang baru datang di lain tempat. Pada prasasti Bogor disebutkan: Kabuyutan Galuh Purba bergeser ke Kawali, Garut, dan sebagian bergeser ke Kalingga. Dengan kedatangan budaya (H)indu(s), Kabuyutan Galuh Kawali membentuk budaya Kesundaan dengan mendirikan Candi Cangkuang sebagai simbolnya, sementara Kalingga mendirikan cecandian seperti Dieng, Borobudur, Prambanan, Candi Lor, maupun situs Srigading di Malang yang baru ditemukan.

Dengan demikian, melacak kesundaan orang Sunda bisa dikatakan tidak lebih tua daripada budaya Hyang. Terutama, tidak sedikit prasasti prasasti yang menggunakan bahasa Melayu Kuno yang menyertai. Budaya Sunda adalah modern seperti Borobudur dan Prambanan pada masanya. Masing masing memiliki waktu dan tempatnya.

Tag/kata kunci: melacak kesundaan orang Sunda
Artikel sebelumnya

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

Artikel berikutnya

Menguak Misteri Hutan Larangan

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Lulus Kuliah di Perguruan Tinggi “Nonmuslim”?

7 Agustus 2022
135

Ilmu bersifat universal untuk dipelajari, termasuk teologi dan kepercayaan. Jadi, tidak ada yang aneh seorang muslim yang lulus dari perguruan tinggi...

Selanjutnya

Reaktualisasi Tradisi Surau di Ranah Minang

6 Agustus 2022
135

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata surau berarti tempat (rumah) umat islam melakukan ibadahnya (mengerjakan sholat, mengaji, dan sebagainya). Mengacu...

Selanjutnya

KH Amin Abdul Hamid: Ibu, Sinyal Terdekat kepada Allah

3 Agustus 2022
157

Ngawi-jatim.net26.id - Membahasakan "kirim bacaan Al Fatihah" sering menjadi kontroversial bagi yang salah paham. Mereka membangun asumsi masing masing karena tidak...

Selanjutnya

Kader Imam Masjid di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng

2 Agustus 2022
255

Jombang-Jatim.Net26.id - Salah satu bentuk kaderisasi di Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng (MQ) Tebuireng adalah memberikan kesempatan kepada santri yang sudah...

Selanjutnya

KH Mabrur Syaibani: Hapal Al Quran sebagai Wiridan

18 Juli 2022
136

Menuntut ilmu adalah taqwa, menyampaikan ilmu adalah ibadah, mengulang-ulang ilmu adalah zikir, mencari ilmu adalah jihad. Imam Al Ghazali (wafat 1111),...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Menguak Misteri Hutan Larangan

Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply