• Terbaru
  • Populer

Pemikiran dan Kebijakan Ekonomi Industri Ala Gus Dur

21 Maret 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Nasional

Pemikiran dan Kebijakan Ekonomi Industri Ala Gus Dur

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
21 Maret 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
211
VIEWS

Ketahanan ekonomi adalah salah satu pilar penyangga suatu negara. Dalam hal ini, Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid), Presiden R.I. ke–4 tidak begitu terpesona pada industri berskala besar seperti pembuatan pesawat terbang yang dilakukan oleh negara-negara Eropa, Amerika, dan Rusia. Jelas, hal ini melihat situasi dan kondisi keamanan finansial dan potensi-potensi sumberdaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Dari segi keamanan dan kekuatan finansial, keterpurukan krisis keuangan (krisis moneter) pada 1998 jelas menampakkan ketergantungan rupiah terhadap matauang asing, terutama dolar. Bisa dibilang hampir mustahil apabila Indonesia larut dan turut ikut bersaing di dalam industri ini. Tapi, hal itu tetap sebuah kenyataan yang tak dapat dihindari hingga sekarang. Contoh yang paling konkrit dapat disaksikan adalah sanksi ekonomi yang ditimpakan negara-negara Sekutu kepada Rusia, berupa pemblokiran (embargo) transaksi keuangan melalui SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication).

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
164

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
161

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152
Tampilkan Yang Lain

Maka, sasaran alternatif yang bisa dilakukan oleh Gus Dur adalah industri kecil dan menengah sebagaimana kendaraan bermotor dan peralatan pertanian murah. Gus Dur memperbesar ruang ekonomi kecil dan menengah dengan fasilitas-fasilitas yang terjangkau. Bagi Gus Dur, mempertahankan daya industri (bukan daya beli) kecil dan menengah merupakan “seatbelt” wajib sebagaimana kaidah yang dikatakannya, “Tasharraf Al Imam Manuth bi Al Mashlahat Al ‘Aammah”. Regulasi pemerintah tunduk kepada kemaslahatan umum.

Yup, masyarakat pada umumnya tidak paham dengan istilah industri skala besar dan ekonomi yang bertumpu pada moneter (uang) secara teoretik sehingga merekapun tak mampu menjangkau pikiran melangit demikian. Meskipun setiap hari sejak awal berdiri negara, industri uang selalu menjadi pembahasan dari semua lapisan kelas masyarakat. Mulai dari pialang-pialang Bursa Efek hingga di warung-warung kopi dan keluarga. Uang adalah problem.

Padahal, industri uang atau keuangan adalah pokok persoalan pada ekonomi industri berskala besar. Dan, itu selalu dipaksakan.

Lalu, apakah negara tidak boleh berhutang?

Idealnya, negara tidak boleh berhutang. Yang boleh berhutang adalah parapelaku usaha. Mereka yang menjalankan roda perekonomian. Negara hanya penjamin bagi ruang-ruang investasi. Sebab, jika negara turut berhutang, maka pola pemerintahan akan berjalan seperti sebuah perusahaan.

Negara perusahaan (beserta hutang) ini menjadi model-model arahan yang diinginkan oleh banyak pihak di dunia, karena pembangunan akan didasarkan pada asas pertumbuhan (development). Padahal, pertumbuhan yang dimaksud adalah bukan pada industri dalam pengertian produktivitas, melainkan peningkatan pada daya beli melalui uang. Ekonomi diatur oleh uang, bukan ekonomi yang mengatur uang.

Pada tataran ekonomi mengatur uang, di sana terdapat pengaturan pada dana-dana sosial yang menjamin kemakmuran. Begitu banyak dana-dana sosial seperti asuransi, pengamanan jaring sosial, zakat, infak, shodaqoh, dan wakaf tidak menyentuh pada aspek industri barang dan kebutuhan yang diperlukan, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan mementingkan industri uang, maka dengan sendirinya industri barang bukan menjadi hal yang pokok. Benturan ini yang menyebabkan Gus Dur harus berhadap-hadapan dan mendapat tekanan di dalam melakukan pemulihan ekonomi industri uang, bukan industri barang.

Cirebon, 21 Maret 2022.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Gus DurSWIFT
Artikel sebelumnya

War Criminal

Artikel berikutnya

Putin, Agama, dan Masa Depan Geopolitik Global

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
139

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
136

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

14 Juli 2022
169

Putra Sang Fajar itu telah memberi kharisma besar bagi suku-bangsa Indonesia di tengah-tengah kancah dunia. Ia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di...

Selanjutnya

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

12 Juli 2022
212

Jombang-Net26.id Sebagaimana telah dilansir beberapa media sosial, baik cetak maupun elektronik, upaya pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah (Ponpes...

Selanjutnya

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

6 Juli 2022
160

Pada saat Koran Tempo mulai terbit, pengamat dan masyarakat menilai susastra dapat mewarnai dunia jurnalistik. Tentu, hal ini membawa asumsi, mungkinkah...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Putin, Agama, dan Masa Depan Geopolitik Global

Urgensi Islam Nusantara Guna Kemandirian Bangsa

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply