• Terbaru
  • Populer

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
Foto Koleksi Iskak Wijaya

Pesantren Pun Pernah Punya Tentara

15 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Jumat, 28 Agustus 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Tokoh

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
23 September 2022
dalam Tokoh
| Waktu baca 3 menit
A A
141
VIEWS

Kenangan Warga Pesantren

Harmonisasi antara NU dan Muhammadiyah sudah terjalin sejak awal berdiri. Ketika Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari dikabarkan: di Yogyakarta telah berdiri organisasi Muhammadiyah, beliau bertanya, “Siapa pendirinya?”

Lalu, disebutkan nama KH Ahmad Dahlan.

ArtikelLainnya

Belum Ada Artikel
Tampilkan Yang Lain

“O, beliau. Saya tahu,” jawab Hadratussyekh, singkat. Bahkan, secara khusus, Hadratussyekh mengutus santrinya, KH Muhammad Basyir untuk memperkuat jajaran perjuangan Muhammadiyah dalam menentang kebijakan kebijakan Pemerintah Hindia Belanda yang tidak prorakyat, terutama di bidang pendidikan. Belakangan, diketahui: KH Muhammad Basyir adalah ayah dari KHA Azhar Basyir (1928-1994), ulama kharismatik Muhammadiyah.

Tidak sedikit pembesar pembesar Muhammadiyah yang kemudian menjalin kerjasama antarorganisasi dengan NU seperti KH Kahar Muzakkir ketika mendirikan kementerian Agama dan IAIN, Buya Hamka, KH AR Fakhruddin, Prof Ahmad Syafii Ma’arif, dan terakhir Prof Azyumardi Azra. Masih banyak nama tokoh tokoh Muhammadiyah yang akrab dengan warga NU yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Pembunuhan karakter terhadap pesantren beberapa bulan terakhir telah mengantarkan sosok Prof Azyumardi berada di garis depan. Dengan tegas, ia membela hak hak belajar santri di tengah tengah tanggapan minor terhadap pesantren yang diberitakan di berbagai media.

Prof Dr Azyumardi Azra adalah sosok moderat (washatiyah) yang tekun mempelajari tradisi ulama dan pesantren. Dari ketekunan itu, ia merampungkan disertasi yang kemudian dibukukan.

Dalam kenangan KH Muhammad Sholeh Qosim, ulama pesantren dari Sidoarjo, Jawa Timur, disebutkan; “Ikut berduka cita atas wafatnya Prof Dr AZYUMARDI AZRA  intelektual Muslim terkemuka yang moderat, toleran, salah seorang putra terbaik bangsa Indonesian,  yang konsisten memperjuangkan harmoni dan merawat kebhinnekaan,” tulisnya di akun facebooknya, Rabu, 21 September 2022. “Doa kita untuk beliau, Al-Fatihah!”

Secara khusus, kiai sepuh Cirebon, Abah Husein Muhammad, menulis sebuah kenangan di akun yang sama, Selasa, 20 September 2022, dengan judul “Pertemuanku dengan Prof. Azyumardi Azra: Sebuah Kenangan indah.”

Abah Husein Muhammad menceritakan pertemuan akrabnya dengan Prof Azyumardi Azra yang wafat di Selangor, Malaysia, dan dikebumikan pada hari Selasa, 20 September 2022, di Kalibata. Prof Azyumari dalam pandangan Abah Husein adalah sosok yang hangat dan bersahabat. Tidak kurang dari tiga kali pertemuan dalam forum forum ilmiah. Pertama, ketika sama sama membedah buku karya Prof. Dr. Oman Fathurrahman, “Ithaf al Dzaki: Tafsir Wihdah al Wujud Muslim Nusantara”,di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. “Prof Azyumardi berbicara tentang Jaringan Ulama Nusantara dengan fasih. Ia begitu menguasai pengetahuan tentang para sufi Nusantara, cerdas dan mengesankan. Aku banyak memeroleh pengetahuan tentang jaringan ulama sufi dan pergulatan intelektual mereka.” Tulis Abah Husein. “Pa Azyu, menggenggam tangan saya dan memberi apresiasi hangat atas komentarku  pada buku itu sambil tersenyum manis.”

Kedua, ketika memenuhi acara Annual International Conference on Islamic Studies. Pada tanggal 20-24 Nopember 2017, di BSD. “Pertemuan itu dihadiri lebih dari 400 Intelektual dalam dan luar negeri. Aku diundang sebagai pembicara. Di sana aku duduk dalam deretan intelektual par excellence Indonesia Prof. Dr. Azyumardi Azra,  Prof. Dr. Amin Abdullah dan Prof. Dr. Nasaruddin Umar. selain sejumlah intelektual lain yang tersohor,” tulis Abah Husein, lagi. Pada kesempatan itu, “Pa Azyu dan pa Amin berbisik dengan kata-kata yang membuat aku senang dan percaya diri. Ini karena aku tak punya titel kesarjanaan tertinggi seperti mereka. Kalau boleh dibuka bisikan mereka : ‘Anda seorang kiyai yang berani bicara pembaruan pemikiran. Tak banyak orang seperti anda.”

Dan, pertemuan ketiga pada saat seminar di Universitas Hasyim Asyari, Tebuireng, Jombang, bertema “Tren Riset dalam Memperkuat Eksistensi Pendidikan Islam dan Hukum Keluarga di Era 4.0”. Pada tanggal 09/2/2020. “Prof. Azyu bicara lebih dulu. Aku mendengarkan. Ia bicara tentang lemah dan mahalnya riset ilmiyah pada perguruan Tinggi Islam. Mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyebutkan juga bahwa perguruan-perguruan tinggi NU itu harus segera dikonsolidasikan dengan PBNU. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan karena dari 34 Universitas NU yang ada sekarang ini masih belum semuanya yang berkembang. Sekarang ini ada 34 Universitas NU, saya mengusulkan agar semua universitas ini segera dikonsolidasikan karena masih belum berkembang semuanya,” tulis Abah Husein. Pertemuan demi pertemuan meninggalkan kesan yang baik di antara dua sahabat berbeda organisasi itu. “Pak Azyu tersenyum. Aku senang, dan kami berjabat tangan erat-erat. Aku melihat bajunya sederhana saja. Ya Pa Azyu memang intelektual yang rendah hati dan bersahaja,” ungkap Abah Husein. “Selamat Jalan pa Azyu. Tuhan menyambutmu dengan riang, sahabatku.”

Tag/kata kunci: pesantrenProf Azyumardi AzraTebuireng
Artikel sebelumnya

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

Artikel berikutnya

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Belum Ada Artikel
Artikel berikutnya

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

Mengenal Kata Santri di Indonesia

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply