• Terbaru
  • Populer

Cinta Islam Melebihi Cinta Allah (Dunia yang Tak Semakin Aman)

14 April 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Nasional

Cinta Islam Melebihi Cinta Allah (Dunia yang Tak Semakin Aman)

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
14 April 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
174
VIEWS

Bahwa mencintai Allah adalah dengan mencintai kemanusiaan. Dan, mencintai perlu menghadirkan hati untuk yang dicintai.

Indonesia dalam Pusaran Sejarah Ideologis

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
164

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
161

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152
Tampilkan Yang Lain

Indonesia sudah saatnya melakukan deideologi sejarah. Khususnya, konflik yang ditimbulkan dari hasil konspirasi antara SI Merah yang dipimpin oleh Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet (1883-1942) dan SI Putih yang dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto (1882-1934).

Secara Ideologis, SI Merah yang belakangan melahirkan kelompok ekstrim kiri dan SI Putih melahirkan kelompok ektrim kanan. Ekstrim kiri melahirkan kelompok komunis dengan cita-cita negara komunis-militernya, sementara ekstrim kanan melahirkan kelompok Islamis dengan cita-cita negara agamis-militer. Kedua-duanya mengutamakan militer di atas supremasi sipil. Dan, kedua-duanya tidak baik.

Sementara ini, negara-negara komunis satu persatu rontok dan tidak laku dalam sejarah, sementara negara Islam yang dicita-citakan tidak pernah terwujud dalam sejarah umat Islam, terutama pascakenabian Muhammad Saw dan Al Khulafa Al Rasyidun.

Pada ranah sastra dan sejarah, wacana Islam dan Komunis terus berlanjut, selain pada ramah politik praktis.

Propaganda melalui sastra dan sejarah masih tampak hingga sekarang. Meskipun secara politik praktis Komunisme di Indonesia sudah dilarang, namun Islamisme masih terus berkembang. Di era informasi ini, Taufik Ismail (sastra Islamisme) masih menggelorakan wacana isu antikomunis. Dan, sebaliknya.

Pancasila sebagai Ideologi Kebangsaan

Kebangsaan atau nasionalisme telah menjadi bumerang baru bagi negara-negara Barat yang berpaham imperialisme (kekaisaran) internasional. Terutama, setelah Vladimir Putin berhasil melakukan operasi khusus terhadap Ukraina. Tujuan Putin ke Ukraina bukan untuk mengurangi nasionalisme Ukraina, melainkan Demiliterisasi dan Denaziisme yang dilancarkan oleh Pakta Militer NATO ke Timur.

Sebagai ideologi terbuka, Pancasila tidak lahir dari satu ajaran agama tertentu, tidak pula pada ideologi tertentu. Sebab, Pancasila adalah ideologi itu sendiri yang sudah disepakati oleh semua suku dan agama yang ada di Indonesia untuk dijadikan sebagai dasar berbangsa dan bernegara.

Sebagaimana Pútin yang didukung oleh Nasionalisme Kanan menghendaki negara Rusia yang berkeadilan. Tidak dalam bentuk tekanan dan interferensi imperialisme global Barat.

Indonesia memiliki dasar negara Pancasila yang juga sama memiliki nilai dasar “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Sudah saatnya Indonesia melampaui masa-masa ideologi secara lebih realistis, menerima Pancasila sebagai satu-satunya ideologi pemersatu. Tantangan sekarang dan mendatang adalah teknologi yang akan mengikis habis peran-peran ideologi. Sebagaimana diucapkan oleh Bung Karno, “Indonesia akan maju apabila sudah mampu menguasai teknologi nuklir dan langit (ruang angkasa)”. Kedaulatan nuklir dan langit harus mandiri dan terjaga, tidak dalam kontrol satelit hasil sewa.

Dengan demikian, cinta Allah akan terwujud apabila mencintai makhluk-makhluknya.

Cirebon, 14 April 2022.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: ImperialismeKebangsaanPancasila
Artikel sebelumnya

Welfare State or Welfare Nation?

Artikel berikutnya

Buya Said dan KH Amin Abdul Hamid Kenang Didi Kempot

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
139

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
136

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

14 Juli 2022
169

Putra Sang Fajar itu telah memberi kharisma besar bagi suku-bangsa Indonesia di tengah-tengah kancah dunia. Ia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di...

Selanjutnya

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

12 Juli 2022
212

Jombang-Net26.id Sebagaimana telah dilansir beberapa media sosial, baik cetak maupun elektronik, upaya pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah (Ponpes...

Selanjutnya

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

6 Juli 2022
159

Pada saat Koran Tempo mulai terbit, pengamat dan masyarakat menilai susastra dapat mewarnai dunia jurnalistik. Tentu, hal ini membawa asumsi, mungkinkah...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Buya Said dan KH Amin Abdul Hamid Kenang Didi Kempot

KH Mustofa Acep: Putin dan Reinkarnasi Sejarah

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply