• Terbaru
  • Populer

Buya Said: Pandangan Geopolitik Islam Nusantara

29 Mei 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Nasional

Buya Said: Pandangan Geopolitik Islam Nusantara

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
29 Mei 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
151
VIEWS

Islam Nusantara sebagaimana sering diungkapkan oleh Buya Said (KH Said Aqil Siroj) bukan sebuah mazhab atau aliran dalam Islam. Tapi, lebih pada karakter manusia Nusantara yang bergama dan berbudaya Islam. Selama ini, pemahaman manusia Indonesia sudah dipecah-pecah oleh Clifford Geertz (1926-2006) menjadi abangan, priyayi, dan santri. Pada ranah politik praktis, tipologi ini sering menjadi kerangka acuan bagi parpol-parpol tertentu di dalam menentukan konstituen.

Sering Terjebak Pada Bias Pandangan

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
164

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
161

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152
Tampilkan Yang Lain

Analis-analis ilmiah, terutama analis politik praktis, memiliki metode dan pendekatan tersendiri di dalam mengumpulkan data-data faktual. Sehingga terkumpul data-data yang diinginkan oleh variabel-variabel yang sudah ditentukan. Bias-bias analisis kemudian menjadi biasa ketika tesis dan konklusi sudah dapat ditentukan sejak awal. Artinya, sudah diketahui hasil dari kesimpulan yang tidak baru. Hanya pembenaran dari tesis awal.

Pandangan konklusif ini masih sering digunakan oleh sebagian besar umat Islam melalui logika-logika Aristoteles yang melahirkan satu analogi, qiyas. Terutama, di dalam menempatkan analogi atau qiyas tersebut pada posisi penting setelah dalil-dalil atau sumber utama Al Quran dan hadis Rasulullah saw.

Kelemahan-kelemahan pandangan demikian menjadikan posisi umat Islam dapat dengan mudah terjebak pada mitologi-mitologi sejarah. Sehingga metode dan pendekatan-pendekatan lain menjadi tidak penting, seperti menjadikan kemaslahatan dalam sebuah objek. Semisal contoh yang paling konkrit adalah proses Islamisasi Nusantara. Apakah manusia Nusantara benar-benar kosong dari nilai-nilai perspektif keislaman ketika dijadikan sebagai keyakinan sebuah agama baru?

“Single Majority” Kultural, Menolak Tipologi Clifford Geertz

Menempatkan manusia Nusantara sebagai subjek yang hidup berarti mereka juga memiliki pandangan dan keyakinan pada agama tertentu, baik Hindu, Buddha, atau (sering disebut pula) kepercayaan lokal. Kepercayaan lokal ini menurut hasil-hasil penelitian hampir tidak tersentuh pada pandangan-pandangan tekstual agama-agama tertentu. Kaharingan di Kalimantan misalnya yang menampik adanya pengaruh Hindu dan Buddha di dalam ajaran-ajaran mereka.

Dari aspek bahasa, seorang teman bertanya, apakah ada bahasa yang lebih tua sebelum bahasa Arab daripada Ibrani dan Suryani? Bukankah dua bahasa tersebut lahir dari tradisi Abrahamic?

Pertanyaan tersebut mengajak untuk mencari arahan-arahan pada bahasa yang lebih tua yang telah digunakan sebelum Yahudi, Nasrani, dan Islam lahir dan berkembang. Sebab, sejarah agama-agama senantiasa menitikberatkan pada pokok kelahiran ini.

Sejarawan agama sedikit menarik lebih ke atas kepada bahasa yang digunakan oleh umat Nabi Nuh as, melalui putera-puteranya Ham, Sam atau Sem (Semit), dan Yafits. Ketiga putera Nabi Nuh as inilah yang telah menciptakan budaya baru bagi suku-suku-bangsa setelah dunia ditelan oleh banjir bandang. Dunia belum menemukan kehidupan baru sampai anak-anak keturunan Nabi Nuh as menyebar luas dan berkembang. Dari sini, titik tolak sejarah/manusia bermula setelah Nabi Adam as melahirkan anak cucunya.

Dengan demikian, menurut Buya Said, Islam datang ke Nusantara menemukan suku-suku-bangsa yang tidak kosong sejarah ( الواقعية الانسانية). Sejak di zaman azali, pada dasarnya setiap manusia sudah beriman kepada Allah Taala sesuai kepercayaan umat Islam dari dalam Al Quran surat Al A’raf ayat 172 yang berbunyi;

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”

Berdasarkan ayat Al Quran ini, maka pandangan Clifford Geertz tersebut dapat ditolak. Manusia Nusantara pada dasarnya sudah beriman, bukan dibagi ke dalam corak-corak abangan, priyayi, dan santri. Melainkan proses sejarah manusia di dalam mencari Tuhan.

Cirebon, 29 Mei 2022.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Islam Nusantara
Artikel sebelumnya

Ilmu Umum dan Ilmu Khusus, Sejauh Pengaruhnya

Artikel berikutnya

Buya Said: A Single Majority in Culture

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
139

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
136

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

14 Juli 2022
169

Putra Sang Fajar itu telah memberi kharisma besar bagi suku-bangsa Indonesia di tengah-tengah kancah dunia. Ia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di...

Selanjutnya

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

12 Juli 2022
212

Jombang-Net26.id Sebagaimana telah dilansir beberapa media sosial, baik cetak maupun elektronik, upaya pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah (Ponpes...

Selanjutnya

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

6 Juli 2022
159

Pada saat Koran Tempo mulai terbit, pengamat dan masyarakat menilai susastra dapat mewarnai dunia jurnalistik. Tentu, hal ini membawa asumsi, mungkinkah...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Buya Said: A Single Majority in Culture

Anggun C Sasmi: Masa Kejayaan Industri Musik dalam Negeri

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply