• Terbaru
  • Populer

Kisah Sasa Si Kelinci Mungil

7 September 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Kamis, 27 Agustus 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Sejarah dan Sastra

Kisah Sasa Si Kelinci Mungil

Mang Asep Salik Ditulis oleh Mang Asep Salik
7 September 2022
dalam Sejarah dan Sastra
| Waktu baca 2 menit
A A
145
VIEWS

Syahdan, sebab tekad sang kelinci guna mempersembahkan yang terbaik terhadap siapa saja, sebuah ujian pun dihadapkan kepadanya. Sakra menjelma menjadi seorang brahmana yang kelaparan, menjumpai sang kelinci dan kawan kawannya di sebuah hutan.

Demi menjumpai orang yang kelaparan, beberapa kawan sang kelinci pun mempersembahkan berbagai penganan yang biasa mereka makan, semisal ikan, daging, dan buah buahan. Tinggal sang kelinci yang termangu, memikirkan apa yang mesti diberikan, sedangkan penganannya adalah rerumputan.

ArtikelLainnya

Prostitusi: Kemiskinan ataukah Gaya Hidup?

26 Agustus 2022
142

Ada Hantu Bondong di Tempatku

25 Agustus 2022
144

Pesantren dan Selebritas Intelektual (Bagian Empat)

25 Agustus 2022
136

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Tiga)

24 Agustus 2022
143
Tampilkan Yang Lain

Namun, sebab tekad kuatnya untuk memberikan yang terbaik terhadap siapa saja, akhirnya ia pun meminta kawan kawannya menyalakan api. Ia berpikir bahwa rerumputan bukanlah makanan bagi sang brahmana, dan panganan terbaik baginya adalah dirinya sendiri, daging kelinci. Karena itu, ia lantas melompat ke dalam api guna menjadikan dirinya sendiri sebagai jamuan persembahan bagi sang brahmana.

Namun demikian, pada akhirnya, ia tetap hidup dan tak terbakar. Api ujian itu tak menyentuhnya, dan sang Sakra telah membuktikan bahwa tekad sang kelinci bukanlah omong kosong belaka.

Demikianlah. Menekuri kisah Sasa sang kelinci pagi ini di hadapan seutas janur yang telah menjelma dolanan berbentuk binatang, saya mendapati bahwa perjalanan diri ini masih jauh dari kebaikan. Betapa si janur ini—seperti halnya sang kelinci—telah bersedia mengorbankan dirinya untuk digunakan sebagai dolanan, media bagi anak anak manusia belajar berkreasi, mengenal alam, bahkan mengenal penciptanya. Lalu, apa yang telah saya perbuat dan persembahkan dalam kehidupan?

Lembah Sileng Purba, Ujung Mangsa Sadha, 17 Juni 2022

Bermain janur tidak hanya bersenang senang, melainkan juga belajar mengenai bentuk, teknik melipat, dan menggulung, juga soal bagaimana menghasilkan bunyi dari paduan bentuk dan udara yang dihembuskan hingga menghasilkan getar yang menjadi muasal bunyi. Dalam hal ini, tidak hanya motorik halus dan kreatifitas yang dilatih, melainkan juga ketekunan dan konsentrasi.

Bermain dan belajar bersama alam

19 Juni 2022

Menari bersama Semesta

Gerak semu matahari melahirkan peristiwa soltis, di mana pada tanggal 21 Juni ia berada di titik paling utara khatulistiwa untuk kemudian berbalik menuju titik selatan. Pergerakan ini kemudian memberi dampak terhadap bumi, terutama perubahan musim, yang tentu saja mempengaruhi ketersediaan air, kesuburan tanah, waktu tumbuh tanaman maupun berkembangbiaknya binatang.

Leluhur orang Jawa telah lama memahami hal ini. Karenanya, mereka menjadikan hari pertama pergerakan matahari itu sebagai penanda tanggal satu bulan pertama pada kalender pertanian yang dikenal dengan istilah mangsa. Pengetahuan mengenai mangsa inilah yang kemudian disimpan dalam, salah satunya, kesenian gatholoco. Kesenian berupa tarian dan nyanyian yang diiringi alat musik ini tak hanya berguna sebagai hiburan, melainkan upaya pewarisan pengetahuan leluhur mengenai dampak dari siklus putaran matahari, bumi, bebintang serta planet-planet lainnya terhadap kehidupan di bumi, sehingga manusia harus beradaptasi untuk bisa selamat dan selaras dengan alam melalui hitungan pranata mangsa ini.

Putaran semua wujud itu dalam irama siklus yang ada seolah dihadirkan dalam gerak tari gatholoco ini, suatu upaya manusia menyelaraskan diri dengan alam. Segerak, seirama, menari bersama semesta.

Yuk merapat teman teman, mumpung free!

21 Agustus 2022

Tag/kata kunci: Sasa
Artikel sebelumnya

Ritual Mbah Sutar di Kali Progo

Artikel berikutnya

Pencaksilat dan Konflik Sosial

Mang Asep Salik

Mang Asep Salik

Penulis, penggiat budaya, tinggal di Yogyakarta. Hirup katungkul ku pati; gumelar lain kahayang. Maot teu nyaho di mangsa; mo nyana di mana bakal dihao mulang. Muncang labuh ka puhu, kebo mulih pakandangan. Dipundut ku nu rahayu, dicandak ku nu kawasa. Mulih ka jati, mulang ka asal.

Artikel Lainnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Dua)

20 Agustus 2022
147

Masyarakat Turats Sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran, pesantren telah melahirkan banyak pelajar, baik melalui metode  warisan (turats) atau metode yang telah...

Selanjutnya

Pesantren dan Selebrasi Intelektual (Bagian Satu)

20 Agustus 2022
150

Pendahuluan Berbicara tentang pesantren sama seperti tentang diri sendiri. Sesuatu yang sebenarnya tidak asing. Karena, pesantren hidup dan tumbuh dari kedirian...

Selanjutnya

Beberapa Penerbit Tak Bayar Royalti Penulis

20 Agustus 2022
141

Ada sebagian kelompok yang memang memiliki niatan baik untuk mengangkat harkat dan derajat penulis di Indonesia. Sehingga penulis tetap bisa eksis...

Selanjutnya

Keluarga Pak Salim

19 Agustus 2022
166

Kesederhanaan Pak Salim Akhir-akhir ini, sedang viral nama keluarga Pak Salim yang kebetulan berdomisili di kota kecil, tempat kami tinggal. Tepatnya,...

Selanjutnya

Joko Tingkir Ngombe Dawet

18 Agustus 2022
145

Mungkin, kalimat yang lebih tepat adalah “Joko Tingkir Unjukan Dawet”. Jaka Tingkir minum Dawet. Apa yang salah? Tidak ada yang salah....

Selanjutnya

Ludruk: Jenis Seni Drama Jawa Timuran

18 Agustus 2022
182

Ada yang bertanya, “Sejak kapankah kesenian ludruk mulai dikenal di Jawa Timur?” Tentu, sebagai salah satu corak kesenian, ludruk mulai dikenal...

Selanjutnya

Diri yang Mendamaikan Dunia

17 Agustus 2022
145

Tema yang diangkat adalah tentang diri. Diri dan jati adalah dua dimensi yang bisa sama, juga bisa berbeda entitasnya. Perlu kecermatan...

Selanjutnya

Film nan Senyap di Tengah Keramaian

17 Agustus 2022
144

Ada banyak adegan dalam kehidupan. Ada yang tereflikasikan ke dalam puisi, prosa, atau drama. Dan, perkembangan teknologi telah menghantarkan pada produksi...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Pencaksilat dan Konflik Sosial

You are A Limited Adition

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply