• Terbaru
  • Populer

Pencaksilat dan Konflik Sosial

8 September 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Budaya dan Agama

Pencaksilat dan Konflik Sosial

Bagus Dilla Ditulis oleh Bagus Dilla
8 September 2022
dalam Budaya dan Agama
| Waktu baca 2 menit
A A
145
VIEWS

Belakangan, diberitakan konflik antargang pencaksilat sering terjadi. Bahkan, mulai merambah ke lembaga lembaga pendidikan. Sangat disayangkan, olahraga yang sudah diwadahi ke dalam organisasi secara nasional dan baru saja mendapat tempat terhormat di arena Asian Games 2018 tersebut dinilai tidak sportif, karena mengakibatkan konflik masyarakat secara massal.

Sejarah Pencaksilat di Indonesia

Pencaksilat mulai memiliki peran sejarah Ketika sudah diorganisasikan melalui Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI). Pencaksilat sendiri lahir dari kultur masyarakat Nusantara dalam membela pertahanan diri (self-defense). Sama seperti Kung Fu, jurus jurus pencaksilat juga sering diambil dari binatang binatang yang ada di Nusantara. Ada jurus ular, jurus harimau, jurus banteng, jurus gagak, jurus rajawali, dan lain lain. Dilihat dari jurus jurus ini, maka pencaksilat sering dikaitkaitkan dengan olahraga beladiri Kung Fu atau Kun Tao. Ada yang menyebutkan kalau pencaksilat juga lahir dari Kun Tao yang dibawa dari China. Pencak Kun Tao juga tersebar di beberapa wilayah di Nusantara seperti Sumatera dan Jawa.

ArtikelLainnya

Tipologi Pesantren (Bagian Satu)

25 Agustus 2022
136
Tampilkan Yang Lain

Menemukan ciri ciri khas pencaksilat memang sangat sulit, karena memiliki kemiripan kemiripan dengan Kung Fu atau Kun Tao tersebut. Sehingga untuk naik level ke kancah pertandingan internasional masih sangat sulit. Hal ini terbukti Ketika pencaksilat tidak dilombakan pada Asian Games 2022 yang lalu di Hangzhou. Artinya, keunikan pencaksilat belum benar benar diakui oleh dunia.

Pada Awalnya Zikir

Secara historis, diakui atau tidak, pencaksilat memang seiring lahir dari pesantren. Terutama, thariqah. Pada masa sebelum Islam datang, kehidupan umat beragama di Nusantara sudah mengenal yoga dan tantra, di samping mantra atau mantram.

Kehidupan pesantren pada mulanya dari kehidupan tempat tempat ibadah seperti masjid, langgar, mushalla, tajug, atau surau. Dari tempat ibadah yang biasa didirikan oleh tokoh agama dan masyarakat tersebut, pengajaran pengajaran pencaksilat berlangsung sebagai organisasi pertahanan dan keamanan kampung.

Setiap gerakan dalam jurus pencaksilat memiliki filosofi yang diambil dari pengalaman dan karakter alam sekitarnya. Sementara Islam disebarluaskan melalui media media budaya dan tradisi yang diangkat ke dalam langgam langgam kesenian. Beragam jenis kesenian daerah seperti reog, jathilan, maupun wayang orang tidak terlepas dari gerakan gerakan kanuragan yang memuat pencaksilat di dalamnya. Maka, pencaksilat kemudian tidak bisa dilepaskan dari jenis jenis alat musik seperti gendang atau seruling misalnya. Peralatan musik yang mudah didapat seperti bambu, kayu, dan kulit binatang.

Thariqah secara lahiriah juga mengajarkan olah nafas dan kanuragan. Dari olah nafas dan kanuragan tersebut kemudian diisi dengan zikir dan upacara pembukaan seperti sega tumpeng, nasi kuning, ayam putih kuning, telur, dan macam macam. Setiap selesai menunaikan jurus jurus yang diajarkan dalam pencaksilat, biasa pula diadakan upacara selamatan dengan memotong ayam atau kambing. Kegiatan kegiatan pencaksilat kemudian menjadi tradisi setiap selepas mengaji bakda Maghrib dan sholat Isya di masjid, mushalla, tajug, atau surau. Maka, perkembangan pencaksilat tidak bisa dilepaskan dari pendidikan pesantren yang mentradisi di masyarakat secara turun temurun.

Dengan demikian, dapat dimengerti mengapa pencaksilat dan pesantren begitu dekat? Karena, melalui kesenian pencaksilat Islamisasi yoga dan mantra berlangsung arif di masyarakat Nusantara. Dengan demikian, pencaksilat bisa dikatakan merupakan salah satu elemen yang membentuk budaya pesantren. Kalaupun belakangan sering terjadi bentrokan atau tawuran antarkelompok pencaksilat, karena sudah mulai meninggalkan filosofi yang turut membangun wujud dan keindahan pencaksilat itu sendiri.

Tag/kata kunci: Kun TaoKung FuPencaksilat
Artikel sebelumnya

Kisah Sasa Si Kelinci Mungil

Artikel berikutnya

You are A Limited Adition

Bagus Dilla

Bagus Dilla

*A writer and culture activities*

Artikel Lainnya

Belum Ada Artikel
Artikel berikutnya

You are A Limited Adition

Hijab Bukan Budaya Pesantren

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply