• Terbaru
  • Populer

KHA Musta’in Syafiie: Logika Pascamanthiq 

28 Juli 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Tafsir Genre KHA Musta'in Syafiie

KHA Musta’in Syafiie: Logika Pascamanthiq 

Muhammad Sakdillah Ditulis oleh Muhammad Sakdillah
28 Juli 2022
dalam Tafsir Genre KHA Musta'in Syafiie
| Waktu baca 3 menit
A A
164
VIEWS

Pada umumnya, paramufasir Al Quran mengartikan kata Al Din (الدين) dalam ayat ke-4 surat Al Fatihah: مالك يوم الدين, sebagai “hari pembalasan” alias يوم الجزاء. Padahal, tidak demikian. Al Quran itu diturunkan untuk menjawab realitas. Kata Al Din tersebut bisa dimaknai “agama”, “hari agama” ditegakkan. Artinya, amal di dunia ini memiliki nilai manfaat untuk manusia yang hidup di dunia ini, tanpa harus tahu manfaatnya.

Membentuk Opini Umum

Tujuan dari penggunaan ilmu manthiq (logika) adalah untuk penyeragaman pandangan umum. Bagaimana pandangan masyarakat bisa diseragamkan? Tentu, dengan rumusan pasti dari silogisme yang dibangun dari premis mayor dan premis minor sehingga dapat diambilkan satu kesimpulan, konklusi. Konklusi itu yang dijadikan pedoman umum. Misal,

ArtikelLainnya

Kepiawaian KHA Musta’in Syafiie Menafsirkan Diksi Diksi Al Quran

27 Juli 2022
160
Tampilkan Yang Lain

semua tumbuhan membutuhkan air (premis mayor).

Akasia membutuhkan air (premis minor).

Akasia merupakan tumbuhan yang membutuhkan air (konklusi).

Pertanyaan kemudian, bagaimanakah dengan tumbuhan yang tidak membutuhkan air atau tumbuhan yang bisa menyimpan air seperti kurma di padang pasir? Jawabannya adalah tidak semua konklusi (kesimpulan) itu jawaban yang benar. Perlu analisis. Dengan kata lain, pendapat mayoritas belum tentu benar semuanya, tapi setiap orang diperlukan untuk menganalisa benar salahnya. Bisa jadi pendapat mayoritas tersebut memang dibentuk, di-framing. Terutama, pada masa media sosial zaman sekarang. Ketika media “mainstream” dapat melakukan apa saja untuk menjatuhkan atau membunuh karakter seseorang dengan mengabaikan prosedur yang berlaku.

Konsisten pada Makna Awal

Falsafiabilitas adalah cara kerja berpikir apabila logika (manthiq) mengalami kebuntuan dalam menjawab persoalan persoalan. Perlu kecerdasan di sini. Jangan hanya karena jawaban mentok kemudian persoalan digantung (mawquf). Harus ada “jalan keluar” atau “a problem solving”.

Berhentinya jawaban (digantung) sering terjadi di masyarakat. Seperti mencari dalil untuk mendoakan orang mati. Apakah doa tersebut sampai atau tidak kepada orang yang didoakan tersebut? Bagi kalangan Wahabi-Salafi, mendoakan orang mati tidak akan sampai doanya. Sebagaimana Al Quran surat Al Najm ayat 39;

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

Bagi manusia, tidak akan memperoleh (hasil) kecuali yang sudah diusahakannya.

Dari ayat tersebut, dapat disimpulkan: mengirim bacaan surat Al Fatihah, membacakan tahlil, dan mendoakan orang mati adalah perbuatan sia sia. Karena, hanya amal usaha si mayit saja yang bisa mendapatkan ganjaran dari hasil amal usahanya sendiri. Ini logika manthiq.

Namun, tidak demikian kesimpulan pendek yang bisa diambil. Masih banyak ayat ayat lain yang bisa menjelaskan dan menganalisa ayat tersebut. Dalam hal apakah seseorang hanya mendapatkan ganjaran dari hasil usahanya?

Secara umum, mungkinkah seseorang mendapatkan hadiah dari hasil usaha orang lain? Misal, seseorang memancing di sungai, kemudian mendapat dua atau lebih ekor ikan. Mungkinkah dia menghadiahkan satu atau semua ikan yang diperoleh dari memancing tersebut untuk orang lain yang tidak dikenalnya?

Dengan demikian, perlu penjelasan secara terperinci, terutama ayat ayat doa di dalam Al Quran yang ditujukan kepada orang banyak (jamak) seperti doa Nabi Adam as pada surat Al A’raf ayat 23;

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.

Pada ayat doa Nabi Adam as tersebut disebutkan tobat Nabi Adam as bersama kaumnya: Nabi Adam as berdoa tidak untuk dirinya sendiri, tetapi juga secara bersama sama.

Sehingga pada alam yang tidak mengenal dimensi ruang dan waktu, Al Quran dalam surat Al Waqiah ayat 69 menyebutkan;

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلنَّشْأَةَ ٱلْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ

Sungguh kamu telah mengetahui (pada alam) penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak berpikir?

Ayat tersebut jelas mengajak manusia untuk berpikir tentang alam yang tidak memiliki dimensi ruang dan waktu. Pada kata “النشأة الأولى” di dalam rahim, janin melakukan protes kepada Allah Taala. “Ya Allah, mengapa kami diberi mata, padahal di dalam rahim ini gelap gulita? Ya Allah, mengapa kami dibuatkan tangan padahal kami tidak bisa meraih apapun?

Janin janin yang masih di dalam rahim tersebut belum tahu kegunaan dan manfaat mereka diberikan mata dan tangan, dan seterusnya. Pada penciptaan pertama, manusia tidak tahu apa apa sehingga ia terlahir ke dunia. Begitu pula, di dunia, umat Islam dianjurkan berbuat baik, bersedekah, beribadah, dan beramal salih lainnya, karena tidak mengerti manfaatnya. Realitas di dunia adalah tatanan (الدين) yang tidak memuat dimensi ruang dan waktu yang senantiasa mengajak berpikir dan berzikir. Wallahul Musta’an.

Artikel sebelumnya

KHM Fuad Taufiq: Membentuk Santri yang Hafidz, Mandiri, dan Berkarakter

Artikel berikutnya

Nyai Hj Ruqoyyah: Sosok di Balik Kokohnya Organisasi Pesantren

Muhammad Sakdillah

Muhammad Sakdillah

A writer and culture activities.

Artikel Lainnya

Belum Ada Artikel
Artikel berikutnya

Nyai Hj Ruqoyyah: Sosok di Balik Kokohnya Organisasi Pesantren

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply