• Terbaru
  • Populer

Kepiawaian KHA Musta’in Syafiie Menafsirkan Diksi Diksi Al Quran

27 Juli 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Tafsir Genre KHA Musta'in Syafiie

Kepiawaian KHA Musta’in Syafiie Menafsirkan Diksi Diksi Al Quran

Jatim Net26 Ditulis oleh Jatim Net26
27 Juli 2022
dalam Tafsir Genre KHA Musta'in Syafiie
| Waktu baca 2 menit
A A
160
VIEWS

Sering, masyarakat Indonesia dibingungkan oleh alumni alumni lulusan luar negeri dengan pemahaman pemahaman baru. Mereka sering coba membuka cakrawala baru atau pemahaman baru yang mereka impor dari tempatnya sekolah. Maka, sering pula, mereka membuat resah seolah orang Indonesia tidak memiliki pemahaman sendiri tentang agama mereka, terutama Al Quran.

Orang Indonesia Membaca Al Quran

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bolehkah orang Indonesia membaca dan menafsirkan Al Quran sendiri?

ArtikelLainnya

KHA Musta’in Syafiie: Logika Pascamanthiq 

28 Juli 2022
164
Tampilkan Yang Lain

Dalam kondisi sekarang, tidak ada larangan, karena sudah banyak orang pintar dan referensi yang melimpah. Tentu, berbeda dengan masyarakat dahulu yang dengan bahasa Arab saja masih sangat asing. Dan, jumlah sarjana sarjana tafsir sudah sangat melimpah yang sebelumnya mereka sudah cukup dipandang mumpung atau setidaknya paham maksud dan tujuan Al Quran.

Tapi, sekali lagi, tidak semua sarjana susastra akan menjadi seorang sastrawan dan sarjana tafsir Al Quran akan menjadi seorang mufasir Al Quran.

Kehadiran KHA Musta’in Syafiie, Buya Syakur Yasin, dan KH Bahauddin Nur Salim, setidaknya telah menambah deretan mufasir-mufasir Indonesia setelah KH Quraish Shihab. Dan, selayak di dunia susastra, seorang mufassir sudah bisa melepas baju baju akademik mereka alias pascateori. Tidak perlu teori lagi. Dan, selayak seorang jawara tidak memerlukan lagi teknik teknik dasar ilmu kanuragan. Mereka dengan sendirinya secara naluriah dapat membidik satu titik persoalan dengan gamblang, mudah dicerna, dan wawasan yang luas. Ini yang disebut dengan tafsir genre atau sebutan “malakah” meminjam istilah KHA Mustofa Bisri.

Titik genre ini yang bisa dimiliki oleh setiap orang dengan sentuhan sentuhan kapasitas masing-masing. Bisa dengan rima dan nada, bisa dengan sentuhan sentuhan maknanya, dan lain-lain.

Tetap pada Pijakan Referensi

Problem tafsir Al Quran sulit berkembang karena tidak bisa melampaui tahapan tahapan makna inovatif, kecuali yang sudah terdokumentasikan ke dalam kamus. Padahal, ulama ulama tafsir terdahulu, katakanlah salaf al shalih, memberikan makna makna Al Quran berdasarkan improvisasi mereka masing-masing. Sehingga dengan tanpa penjelasan penjelasan sejarah dan susastra, pemaknaan pemaknaan Al Quran tidak akan berubah, selain pengulangan pengulangan.

Pendekatan ekspresionis sebagaimana dilakukan oleh KHA Musta’in Syafiie di dalam menafsirkan Al Quran, bisa dikatakan keluar dari pakem pakem yang selama ini dipatuhinya melalui logika logika silogisme (manthiq). Tafsir tafsir impresionis dan ekspresif telah menemukan diksi diksi yang “mencurigakan”. Misal, apakah benar shighat yang digunakan di dalam lafadh akad nikah menggunakan kata “mahar” yang mengandung makna “transaksi”? Padahal di dalam Al Quran surat Al Nisa ayat 4 menyatakan;

وَاٰتُوا النِّسَاۤءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ۗ فَاِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـًٔا مَّرِيْۤـًٔا

Dan berikanlah “shaduqat” kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Maka, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagiannya, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.

Makna “shoduqat” dalam ayat tersebut tidak bisa ditafsirkan dengan kata “mahar” yang mengandung makna transaksi. Pernikahan itu tidak bersifat transaksi, tapi ketulusan, kejujuran, atau kerelaan karena besarnya rasa cinta terhadap wanita yang hendak dinikahi. Jadi, pemberian itu harus tulus dan jujur. Kata “shoduqat” itu diambil dari kata “al shidq” (الصدف) yang berarti “jujur”. Hal ini dapat dilihat dari jumlah “pemberian” Rasulullah saw ketika melamar Sayidah Khadijah.

Kata mahar itu lebih sering digunakan di dalam redaksi hadis. Tapi, tidak dalam Al Quran.

Artikel sebelumnya

KH Mabrur Syaibani: Hapal Al Quran sebagai Wiridan

Artikel berikutnya

Membangun Peradaban Al Quran di Pulau Dewata

Jatim Net26

Jatim Net26

Artikel Lainnya

Belum Ada Artikel
Artikel berikutnya

Membangun Peradaban Al Quran di Pulau Dewata

KHM Fuad Taufiq: Membentuk Santri yang Hafidz, Mandiri, dan Berkarakter

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply