• Terbaru
  • Populer

Usai Lepas Status Lajang, Gus Kamid Bakal Mendedah Tafsir

2 Juni 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Nasional

Usai Lepas Status Lajang, Gus Kamid Bakal Mendedah Tafsir

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
2 Juni 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
256
VIEWS

Ngawi-Net26.id Sebelum melangkah ke dalam wilayah tafsir, Gus Kamid (KH Hamid Khoirul Hidayat, pengasuh Pondok Pesantren Miftachul Ulum, Pelang Lor, Ngawi) sudah lama berancang-ancang mempelajari sejarah dan tafsir. Tidak tanggung-tanggung, ia sudah menyeriusi kitab tafsir Mafatih Al Ghaib atau Al Tafsir Al Kabir li Al Quran Al Karim karya Fakhruddin Al Razi (1150-1210 Masehi). Ulama kenamaan asal Persia setelah era Imam Al Ghazali (wafat 1111 Masehi). Adapun kitab tafsir yang dikenal dengan nama “Tafsir Al Razi” tersebut sedang menjadi tren perbincangan karena sedang dikaji oleh Buya Said (KH Said Aqil Siroj). Dan, secara khusus, Gus Kamid sedang mengambil jeda waktu untuk ngaji sorogan kepada Buya Said secara langsung.

Menjatuhkan Pilihan

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
164

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
161

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152
Tampilkan Yang Lain

“Menjadi ahli tafsir tentu tidak mudah, ya?” katanya kepada Net26.id beberapa waktu lalu. “Butuh ketelatenan dan kesungguhan. Apalagi sekaliber Mafatih. Secara normatif, syarat-syarat untuk menjadi mufassir sudah disebutkan dalam beberapa kitab atau buku pengantar tafsir. Tapi, secara spesifik, menurut saya, seorang mufassir harus memiliki kecenderung dan disiplin ilmu-ilmu tertentu. Ada satu bidang ilmu khusus yang ditekuni. Misal, Dr Moh Syahrur yang memiliki latar belakang teknokrat atau insinyur. Tafsir ayat Al Qurannya merepresentasikan teknologi ke dalam teorinya. Untuk sekarang, dibutuhkan spesialis yang bisa menafsirkan ayat-ayat Al Quran dengan ilmunya. Sehingga tidak salah baca.”

Gus Kamid merasa sedih, karena tafsir-tafsir Al Quran yang hadir belakangan sering tidak memuaskan. Hampir semua berangkat ke arah ramalan terhadap realitas yang mengambang, padahal Al Quran tidak semata berbicara demikian. “Coba lihat tulisan-tulisan dan video-video yang beredar tentang ramalan akhir zaman! Meskipun kita tidak mengingkari akhir zaman itu akan tiba, tapi tidak perlu dihadirkan secara sembarangan. Sembarangan yang saya maksud tentu sesuai dengan disiplin ilmu-ilmu positif. Misal, jika memang bumi ini sudah tua, secara ilmu berapa tahun usia ketuaan bumi bisa hancur? Sehingga kita tak bisa berandai-andai. Minimal mendekatilah walau tidak mutlak,” ungkap Gus Kamid, setengah emosi.

Sebagai pecinta Al Quran, Gus Kamid merasa senang ketika Buya Said sudi membabar dan mendedah (menyingkap) tafsir Mafatih Al Ghaib. Ia memandang langka untuk zaman sekarang, karena Fakhruddin Al Razi memiliki latar belakang fisikawan. “Harus belajar ilmu fisika dulu,” tukas Gus Kamid.

“Untuk sekarang kita tidak bisa berandai-andai dalam ramalan-ramalan yang tidak jelas. Zaman teknologi saat ini dibutuhkan sebuah tafsir positivistik. Dan, Buya Said, saya pandang mampu mendedahnya dengan baik. Saya ingin berguru kepada Beliau,” lanjut Gus Kamid.

Pilihan yang Tepat

Gus Kamid dikenal memiliki insting yang kuat. Pilihan hatinya tidak saja terpaut pada disiplin ilmu yang sedang ditekuninya. Dengan berbekal sejarah bersama Gus Muwafiq, ia berharap tulisannya akan berbicara tuntas mengenai sebuah kitab tafsir.

Ketika disinggung tentang gadis yang bersembunyi di balik senyumannya, Gus Kamid tertawa lebar. “Sudah sampai, kan, undangannya?” katanya, meyakinkan. “Ya, itu pilihan yang tepat.”

Dalam obrolan panjang itu, Gus Kamid menegaskan tentang kesungguhannya. “Saya akan maksimal belajar menulis kitab tafsir. Mumpung ada waktu untuk berguru kepada Buya Said dalam beberapa waktu. Karena, saya sadar Buya sangat sibuk,” tukasnya. “Kita tidak bisa berbicara tentang ramalan-ramalan akhir zaman secara serampangan. Harus didukung oleh ilmu pengetahuan yang memadai. Bukan sebaran hoax hanya untuk menakut-nakuti masyarakat.”

Editor: Bagus Dilla
Artikel sebelumnya

Gus Kamid: Sosok Sintesis Gus Baha dan Gus Muwafiq

Artikel berikutnya

Datangi Buya Said, Gus Nu’man Sampaikan Pesan Mbah Hasyim

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
139

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
136

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

14 Juli 2022
169

Putra Sang Fajar itu telah memberi kharisma besar bagi suku-bangsa Indonesia di tengah-tengah kancah dunia. Ia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di...

Selanjutnya

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

12 Juli 2022
212

Jombang-Net26.id Sebagaimana telah dilansir beberapa media sosial, baik cetak maupun elektronik, upaya pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah (Ponpes...

Selanjutnya

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

6 Juli 2022
159

Pada saat Koran Tempo mulai terbit, pengamat dan masyarakat menilai susastra dapat mewarnai dunia jurnalistik. Tentu, hal ini membawa asumsi, mungkinkah...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Datangi Buya Said, Gus Nu'man Sampaikan Pesan Mbah Hasyim

Gus Kamid: Sudah Layak Diterbitkan UU Antipembodohan Umat

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply