• Terbaru
  • Populer

Obituari: Buya Syafi’i, Sosok Kalem Pemersatu Bangsa

27 Mei 2022

Buya Syakur dan Buya Husein sebagai Tipikal Intelektual Timur dan Barat

11 Januari 2023
Gambar https://gurupaka.blogspot.com/2019/10/catur-warna-penggolongan-profesi-dalam.html

Sering Dijumpai, Sejarah Nusantara Tak Mengenal Kasta

13 November 2022

Menguak Misteri Hutan Larangan

8 November 2022

Melacak Kesundaan Orang Sunda

4 November 2022
Foto Youtube

Membaca Serat Gatoloco Secara Lebih Obyektif

23 Oktober 2022

Mengenal Kata Santri di Indonesia

21 Oktober 2022

Takutlah kepada Allah, Jangan Takut pada Masjid yang Runtuh

19 Oktober 2022

Tujuh Hari Takziyah Wafatnya Prof Azyumardi

23 September 2022

Dan, Al Azhar pun Berkiblat ke UIN Suka

22 September 2022

Nafsu Primordial dan Desakralisasi Negara

20 September 2022

Membincang Makna Makna Demokrasi

19 September 2022

Prof Azyumardi dan Hak Hak Belajar Santri

18 September 2022
  • Susunan Redaksi
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
  • Login
  • Register
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi
No Result
View All Result
Jabar | Net26.id
Beranda Nasional

Obituari: Buya Syafi’i, Sosok Kalem Pemersatu Bangsa

Redaksi Ditulis oleh Redaksi
27 Mei 2022
dalam Nasional
| Waktu baca 2 menit
A A
177
VIEWS

Jakarta-Net26.id Walau sudah tahu sering terjadi kasak-kusuk, bahkan memakan korban jiwa, dirinya masih tetap tenang. Jernih, memandang ke depan. Bersama Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, 1940-2009), Buya Syafi’i Ma’arif (Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Ma’arif, 1935-2022) menggelar pelatihan bagi kader-kader muda NU di Tompeyan, Yogyakarta. Kantor PWNU Yogyakarta.

Orde Baru dan Titik Tolak Sejarah Bangsa

ArtikelLainnya

Shiddiqiyyah Bangun 1167 Unit Rumah Layak Huni

21 Agustus 2022
164

Negara Kesatuan Republik Indonesia Samasekali Tidak Pernah Dijajah

21 Agustus 2022
161

Sosial Kapital, “Never Ending” Pesantren

10 Agustus 2022
165

Pesantren: Subkultur yang menjadi Perhatian

6 Agustus 2022
152
Tampilkan Yang Lain

Dalam banyak hal, hubungan antara NU dan Muhammadiyah diibaratkan seperti saudara tua dan saudara muda. Meskipun tidak jarang berselisih paham.

Foto koleksi Yenny Wahid

Namun, perselisihan paham itu telah mendewasakan. Banyak kasus-kasus parsial (furu’iyah) bisa diselesaikan. Yang semula berbeda pendapat tentang jumlah rekaat sholat tarawih misalnya, bisa didamaikan. Begitu pula pada perbedaan penentuan awal Ramadhan atau 1 Syawal. Perbedaan itu pada dasarnya bukan pada hal prinsip tentang keberagamaan. Pada tataran kebangsaan, NU dan Muhammadiyah sudah sama-sama menerima Pancasila sebagai dasar negara.

Pejuang Kemanusiaan

Visi kemajuan NU dan Muhammadiyah menemui puncak manakala Buya Syafi’i dalam banyak hal pula menjalin hubungan baik dengan Gus Dur. Tidak saja pada tataran pemikiran dan konsep, melainkan dalam kerjasama antarorganisasi. Terutama, ketika terjadi suksesi kepemimpinan Orde Baru. Negara menjadi persoalan NU dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi terbesar di Indonesia dengan tanpa maksud mengecilkan peran dan kontribusi organisasi dan elemen bangsa lainnya.

Kuliah-kuliah Buya Syafi’i lebih banyak berbicara dari sudut sejarah. Dan, sejarah adalah kemanusiaan itu sendiri. Dari aspek sejarah, kritik diperlukan untuk merekonstruksi kembali nilai-nilai kemanusiaan. Dari kemanusiaan itu, suku-bangsa Indonesia layak berbicara tentang keadilan, kemakmuran, ketahanan, dan harga diri bangsa itu sendiri.

Dalam banyak hal, sekali lagi, Buya Syafi’i seperti sekeping dua sisi matauang dengan Gus Dur. Karakter kuat yang dimiliki keduanya sangat kuat dalam hal harga diri. Buya Syafi’i sebagai orang Minang dan Gus Dur sebagai orang Jawa Timur. Sama-sama blakasuta, blak-blakan, dan apa adanya. Karakter yang sering berbalik dengan kebanyakan. Sering bersemu dan ewuh pakewuh.

Keduanya tidak jarang terlibat dalam polemik intelektual melalui tulisan-tulisan bernas di media massa. Saling kritik dan saling memahami karakter masing-masing. Ketika Gus Dur menjadi presiden, Buya pun tidak sungkan-sungkan melancarkan kritik.

Keduanya memang tidak sekadar berkawan, namun melebihi saudara tua dan saudara muda. Ada kerinduan terselip di hati Buya ketika polemik bangsa yang biasa diselesaikan oleh Gus Dur.

Kini, keduanya sudah dipanggil ke alam baka oleh yang Maha Kuasa. Seusai menyelesaikan tugas kemanusiaan masing-masing. Buya Syafi’i bukan intelektual kampus yang hanya bersembunyi di balik meja guru besar, tapi ia seorang anak kampung yang mandiri. Di usia senjanya, ia masih melayani dirinya sendiri untuk pergi ke mesjid tepat waktu, menghubungi kolega-kolega bahkan orang-orang yang sering dipandang tidak penting.

Editor: Bagus Dilla
Tag/kata kunci: Buya Syafi'i Ma'arif
Artikel sebelumnya

Antara Saddam Hussein, Gus Dur, dan Buya Said

Artikel berikutnya

Buya Said: Negara Islam Modern dan Budaya Nusantara

Redaksi

Redaksi

Artikel Lainnya

Sosialisasi Program dan Pembentukan Majelis Mujahid NKRI

4 Agustus 2022
139

Indramayu-Net26.id - Ketua Majelis Mujahid NKRI Indramayu, H Cecep, Kamis, 4/8/2022, secara aklamasi membentuk kepengurusan dan memimpin rapat sosialisasi program. Dalam...

Selanjutnya

Buya Uki: Pesantren Mati Karena Tidak Ada yang Istiqamah

1 Agustus 2022
146

Indramayu-Net26.id - Perkembangan sebuah pesantren sering mengalami pasang surut, karena biasa tergantung pada satu sosok figur. Hal ini menjadi perhatian serius...

Selanjutnya

Launching Kopi Dingin, Hj Eti Hermawati Harapkan UKM Tumbuh Signifikan

31 Juli 2022
136

Cirebon-Net26.id - Penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) nasional, Buya Uki Marzuki, memandang Cirebon akan menjadi ikon budaya yang signifikan. Hal...

Selanjutnya

Buya Uki: Kopi Dingin Hindari Dehidrasi di Kota Cirebon

31 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Hadir di Kota Wali Cirebon akan disajikan oleh suguhan khas atas keragaman. Keragaman itu tidak saja berupa suku-bangsa saja,...

Selanjutnya

Buya Uki Sambut Dr (HC) dr HR Agung Laksono di Cirebon

30 Juli 2022
134

Cirebon-Net26.id - Dalam suasana pulang kampung yang ceria, pertemuan silaturahim itu berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan di salah satu hotel ternama...

Selanjutnya

Buya Said Aqil Siroj, The Next Little Soekarno?

14 Juli 2022
169

Putra Sang Fajar itu telah memberi kharisma besar bagi suku-bangsa Indonesia di tengah-tengah kancah dunia. Ia menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di...

Selanjutnya

Buya Uki Dukung Pembatalan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah

12 Juli 2022
212

Jombang-Net26.id Sebagaimana telah dilansir beberapa media sosial, baik cetak maupun elektronik, upaya pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah (Ponpes...

Selanjutnya

Berita dengan Citarasa Story Telling, Tren Jurnalis Saat Ini?

6 Juli 2022
159

Pada saat Koran Tempo mulai terbit, pengamat dan masyarakat menilai susastra dapat mewarnai dunia jurnalistik. Tentu, hal ini membawa asumsi, mungkinkah...

Selanjutnya
Artikel berikutnya

Buya Said: Negara Islam Modern dan Budaya Nusantara

Ilmu Umum dan Ilmu Khusus, Sejauh Pengaruhnya

Berlangganan
Connect with
Login
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
Notifikasi dari
guest
Connect with
I allow to create an account
When you login first time using a Social Login button, we collect your account public profile information shared by Social Login provider, based on your privacy settings. We also get your email address to automatically create an account for you in our website. Once your account is created, you'll be logged-in to this account.
DisagreeAgree
guest
0 Comments
terlama
terbaru paling banyak dipilih
Inline Feedbacks
View all comments
Jabar | Net26.id

Jatim | Net26 - Kabar-kabar dari dan untuk anak negeri yang merasa menjadi anak Ibu Pertiwi. Kisah-kisah ringan bermutu dan artikel-artikel sarat manfaat.

No Result
View All Result

Link Situs

  • Ini Kami
  • Susunan Redaksi
  • Reporter
  • Lembar Penulis
  • Mengenai Net26.id
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Email
  • id ID
    • id ID
    • en EN

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Artikel
    • UMKM
  • Khusus
    • Berita Khusus
  • Redaksi
    • Penulis
    • Tim Editor
  • Reporter
    • Wartawan
    • Tim Editor
  • Responden
    • Tim Editor
  • Kami
    • Mengenai Net26.id
    • Susunan Redaksi

Copyright © 2022 Net26.id - Kabar Berita Anak Negeri

Sugeng rawuh 🙏😊

Masukkan username dan password

Lupa password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Yuk diskusikan artikel ini!x
()
x
| Reply